Oleh: Ahmad ZR / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Arab Saudi mengamankan sebanyak 181 orang Indonesia yang diduga hendak melakukan ibadah haji tanpa dokumen. Para WNI yang sebagian besar korban penipuan itu ditahan sebelum masuk waktu pelaksanaan ibadah haji 2019.

Kasubdit Pengawasan Umrah dan Haji Khusus, Nur Aliya Fitra (Nafit), menyesalkan adanya kejadian berulang setiap waktu haji. Pasalnya, visa yang digunakan jamaah ONH tersebut bukan visa haji.

“Kami atas nama pemerintah merasa prihatin dengan adanya jamaah kita yang berhaji, namun sesampainya di Arab Saudi tidak dapat pulang kembali ke tanah air karena ada adanya pelanggaran visa,” ujar Nafit kepada Indonesia Inside, saat dihubungi, Jumat (6/9).

Ia mengakui jumlah masyarakat Indonesia yang melakukan ibadah haji meningkat dari tahun sebelumnya. Namun, Nafit juga mengingatkan kepada calon jamaah haji untuk selalu memeriksa dan memverifikasi perusahaan travel atau biro haji yang ingin memberangkatkan ke Tanah Suci.

“Memang iming-iming berhaji saat ini semakin marak dengan adanya kebijakan Arab Saudi akan mendatangkan jamaah haji atau umrah sebanyak-banyaknya atau dikenal dengan visi 2030,” katanya.

Nafit menyebutkan, para jamaah yang berhaji tersebut biasanya menggunakan banyak jenis visa, antara lain visa ziarah, umal/pekerja, dan event. Bahkan, mereka menggunakan visa umrah tahun lalu (1440 H).

“Namun saat masa berlaku visa habis, mereka tidak pulang (overstay),” katanya.

Kendati demikian, pihak Kementerian Agama berusaha agar otoritas pemerintah Indonesia di Saudi dapat mengakomodasi para jamaah tersebut agar kembali ke Tanah Air. “Saat ini kami terus berkoordinasi dengan KJRI di Jeddah untuk berupaya memulangkan jamaah tersebut,” tuturnya.

Tak hanya itu, Kementerian Agama juga akan mengundang travel dan pihak yang memberangkatkan dan mengiming-imingi jamaah tersebut guna dimintai keterangan serta klarifikasi. Hal ini penting agar kejadian serupa tidak terulang di musim haji mendatang.

“Kami akan panggil (pihak terkait), dan jika benar terbukti menelantarkan jamaah, akan kita berikan sanksi,” ujar dia.

Sebelumnya, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah menjelaskan sebagian besar dari 181 WNI yang digerebek di apartemen dan sisanya di sebuah penampungan di kota Makkah, Arab Saudi. Mereka saat ini ditahan di rumah penahanan imigrasi (Tarhil) Syimaisi atas tuduhan hendak melaksanakan ibadah haji tanpa berbekal visa haji dan surat izin (tasrekh) berhaji.

Berdasarkan hasil berita acara pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim Pelayanan dan Pelindungan Warga (Yanlin) KJRI Jeddah, sebagian besar dari 181 orang tersebut mengaku tertipu. Oknum yang menawarkan dari biro perjalanan ikut terjaring dalam operasi tersebut. Oknum tersebut sudah dimasukkan ke dalam sel tahanan imigrasi Arab Saudi.

Sementara, Pelaksana Fungsi Konsuler-1 yang merangkap Koordinator Yanlin KJRI Jeddah, Safaat Ghofur, menyebutkan KJRI hingga saat ini telah memberikan pendampingan terhadap 201 orang WNI.

“Sebanyak 195 WNI sudah dipulangkan ke Indonesia. Sisanya masih diupayakan agar bisa segera dipulangkan juga. Ada juga lima jamaah yang tertunda pemulangannya karena tidak memiliki tiket pulang. Mereka korban penipuan oleh oknum travel,” kata Safaat. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here