Pemerintah arab saudi menerima kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin dan rombongan.

Oleh: Eko P / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Presiden Rusia, Vladimir Putin bertandang ke Arab Saudi. Dalam lawatannya yang langka ini, Putin membawa delegasi besar yang terdiri dari para pejabat perdagangan, keamanan, dan pertahanan.

Tentara Saudi melepaskan tembakan salvo 21 kali sebagai penghormatan kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang datang berkunjung ke Riyadh, setelah 12 tahun lalu kunjungan pejabat Rusia.

Dalam pertemuan dengan pemerintah Arab Saudi, lebih dari 20 kesepakatan bilateral Rusia-Saudi senilai USD 2 miliar atau Rp28,3 triliun ditandatangani dan diumumkan Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) kemudian.

Kesepakatan itu menyangkut perusahaan minyak negara Saudi, Aramco, membeli 30% saham Novomet, pemasok peralatan minyak Rusia. Arab Saudi menanam modal sebesar US$600 juta atau Rp8,5 triliun pada bisnis penyewaan pesawat Rusia, juga penjajakan kerja sama antara perusahaan gas alam Rusia, Gazprom, dengan perusahaan-perusahaan Saudi.

Kerja sama kedua negara juga tidak terbatas pada kesempatan itu, kutip BBC News. Pemerintah Saudi mengundang pemerintah Rusia untuk berpartisipasi dalam penyelidikan serangan rudal dan drone terhadap berbagai fasilitas minyak Saudi pada 14 September lalu.

Rusia dan Saudi juga terlibat diskusi pertahanan kedua negara mencakup kemungkinan pembelian dan penempatan sistem pertahanan rudal udara tercanggih buatan Rusia, S-400. Jika ini terjadi, Washington DC dinilai bakal mengalami pukulan telak.

Kesepakatan dagang bilateral antara Riyadh dan Moskow terus mengalami perkembangan sejak kesepakatan pada Juni 2018 dan kerja sama terkini dalam menahan pasokan minyak dunia guna menjaga kestabilan harga.

Semua bentuk kerja sama ini merupakan penanda signifikan bahwa hubungan Saudi menghangat dengan Rusia. Pemerintah Saudi dinilai sudah tidak lagi menggantungkan kepercayaan pada Amerika Serikat dan negara-negara Barat seperti sebelumnya. Meski bukan berarti mereka lantas langsung percaya pada Moskow, namun rangkaian kejadian terkini di Timur Tengah membuat para petinggi Saudi berpikir ulang.

Kejutan pertama terjadi pada rentetan demonstasi yang melanda Dunia Arab pada 2011 lalu alias Arab Spring.

Warga Saudi dan warga kerajaan-kerajaan lainnya di Teluk Arab—kaget bukan kepalang ketika negara-negara Arab dengan cepat menelantarkan sekutu lama mereka, Presiden Mesir Hosni Mubarak. Sebaliknya, warga Saudi melihat bagaimana Moskow dengan setia membela sekutunya di Timur Tengah, Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Kejutan berikutnya muncul tatkala Presiden AS Barack Obama mendukung kesepakatan nuklir Iran pada 2015, yang membuat para petinggi Saudi sangat tidak nyaman. Mereka menduga bahwa Gedung Putih di bawah Obama tidak lagi berminat pada kawasan tersebut.

Saat Donald Trump baru terpilih menjadi presiden AS dan memilih Riyadh sebagai tujuan pertamanya dalam kunjungan kenegaraan pada 2017, orang-orang Saudi gembira. Hubungan dengan Washington DC kembali ke jalurnya dan kesepakatan bernilai miliaran dollar diumumkan kemudian.

Namun, selanjutnya terjadi pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi oleh agen-agen Saudi pada Oktober 2018. Curiga atas keterlibatan putra mahkota Mohammed Bin Salman (MBS), para pemimpin negara Barat tidak terlihat bertemu dengannya—setidaknya di hadapan publik. Pada pertemuan G20 di Buenos Aires, dia tampak dijauhi.

Hanya satu pemimpin negara yang berjabat tangan dengan MBS. Dia adalah Vladimir Putin.
Walau Presiden Trump telah melobi para petinggi Saudi demi membina hubungan baik antara kedua negara, mereka risau dengan perilakunya yang tak terduga dan pendekatannya yang ‘nyentrik’.
Pekan ini, Duta Besar Saudi untuk Inggris, Pangeran Khalid Bin Bandar, menyebut serangan Turki ke Suriah bagian utara yang dipicu oleh keputusan Trump menarik mundur pasukan AS di sana sebagai “bencana”.

Ketika ditanya mengenai hangatnya hubungan Riyadh dan Moskow, sang pangeran menjawab bahwa “Rusia sering kali memahami Timur lebih baik ketimbang yang dilakukan Barat”. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here