Arab Saudi dan Uni emirat Arab (UEA) dinilai memiliki pengaruh untuk mendesak New Delhi agar segera menghentikan “tindakan ilegal” di Kashmir yang dikelola India.

Oleh: Nurcholis / Yuliawan A

Poskaltim.com, Islamabad – Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) dinilai memiliki pengaruh untuk mendesak New Delhi agar segera menghentikan “tindakan ilegal” di Kashmir yang dikelola India.

Pernyataannya itu disampaikan Imran Khar dalam pertemuan di Islamabad dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Arab Saudi Adel al-Jubeir dan Menlu Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Abdullah bin Zyaed Al Nahyan hari Rabu (4/9) dikutip Arab News.

Para menteri berkomitmen untuk membantu meredakan ketegangan antara Pakistan dan musuh bebuyutannya India atas wilayah Kashmir yang disengketakan.

Ketegangan kembali berkobar sejak New Delhi pada 5 Agustus mencaplok dan mencabut otonomi khusus Jammu dan Kashmir, termasuk memblokir komunikasi dan menekan pemimpin lokal.

Pakistan bereaksi dengan amarah, memutus hubungan perdagangan dan transportasi dan mengusir duta besar India.
Mereka berharap bisa menjangkau kekuatan-kekuatan dunia untuk memberi tahu tentang situasi di Kashmir, dan meminta bantuan dalam melindungi hak-hak populasi mayoritas Muslim di kawasan itu.

Pakistan dan India sama-sama memerintah sebagian Kashmir tetapi mengklaim wilayah itu sepenuhnya.

“Komunitas internasional memiliki tanggung jawab untuk mendesak India menghentikan dan membalikkan tindakan ilegal dan kebijakan serta sikap yang agresif,” kata kantor Khan dalam sebuah pernyataan.

Ia menambahkan bahwa Saudi dan Emirat “sepenuhnya memahami penderitaan rakyat Pakistan atas perkembangan baru-baru ini dan prihatin dengan situasi kemanusiaan yang memburuk” di Kashmir yang dicaplok India.

“Kedua negara akan tetap terlibat untuk membantu mengatasi tantangan saat ini, meredakan ketegangan, dan mempromosikan lingkungan yang damai dan keamanan,” kata pernyataan itu.

Khan menyoroti keprihatinan mendalam Pakistan atas memburuknya situasi hak asasi manusia di Kashmir “karena pengucilan penuh selama sebulan dan pemblokiran komunikasi di wilayah pendudukan,” kata pernyataan itu.

“Perdana menteri menekankan pentingnya pencabutan jam malam, penghapusan pembatasan pergerakan dan komunikasi, dan penghormatan terhadap hak-hak dasar rakyat Kashmir.”

Kunjungan Saudi dan Emirat menindaklanjuti sejumlah percakapan melalui telepon sebelumnya antara masing-masing putra mahkota dengan Khan sejak 5 Agustus.

Para menteri juga akan bertemu Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood Qureshi, membahas perkembangan di Kashmir dan situasi keamanan regional yang terjadi.

Qureshi mengatakan tindakan India telah melanggar Resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB dan hukum internasional, dan menimbulkan ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan.

“India telah menyandera jutaan warga Kashmir selama satu bulan terakhir,” kata sebuah pernyataan. Qureshi menyambut baik sikap para menteri dua negara yang berkunjung membahas pelanggaran HAM di Kashmir.

Para menteri juga dijadwalkan akan bertemu dengan Panglima Angkatan Darat Pakistan Jenderal Qamar Javed Bajwa untuk membahas hubungan bilateral, perkembangan regional dan Kashmir.

“Baik Arab Saudi dan UEA memiliki hubungan persaudaraan dengan Pakistan dan hubungan persahabatan dengan India, sehingga mereka dapat memiliki banyak pengaruh pada India,” tambahnya.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here