Oleh: Nurcholis / Yuliawan A

Poskaltim.com, Riyadh —Eksportir minyak terbesar Arab Saudi memulihkan sepertiga dari produksi minyaknya hari ini, yang hilang setelah serangan terhadap dua kilang utamanya pada akhir pekan, menurut para ahli.
Serangan terhadap kilang minyak raksasa, Aramco dan ladang minyak Khurais hari Sabtu mempengaruhi produksi 5,7 barel minyak per hari.

“Kita harus bisa memproduksi 2 juta barel sehari kembali online pada hari Senin,” kata Wall Street Journal mengutip seorang pejabat Saudi.

“Kita harus bisa memproduksi 2 juta barel sehari kembali online pada hari Senin,” kata Wall Street Journal mengutip seorang pejabat Saudi.

Wall Street Journal juga mengatakan bahwa para pejabat Saudi juga mendiskusikan pengiriman persediaan tambahan mereka sendiri untuk memenuhi kebutuhan pasokan jangka pendek.

CEO Aramco Amin Nasser dikutip Anadolu Agency mengatakan bahwa pekerjaan sedang dilakukan untuk memulihkan produksi.

Harga minyak dunia mencapai level tertinggi dalam empat bulan, setelah dua serangan terhadap kilang Arab Saudi pada Sabtu 14 September 2019 oleh pemberontak Syiah al Houthi.

Serangan milisi pemberontak dukungan Iran itu, bagaimanapin mengganggu produksi lebih dari 5% pasokan global.

Minyak mentah Brent melonjak 19% menjadi US$ 71,95 per barel, di awal perdagangan. Sementara patokan utama lainnya, West Texas Intermediate, naik 15% menjadi US$ 63,34, kutip BBC, Senin (16/9).

Harga minyak kembali turun setelah Donald Trump mengesahkan US Federal Reserve.

Sementara Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman menjelaskan bahwa Riyadh akan memanfaatkan kilang cadangan besar untuk menutup celah kekurangan, sehingga ekspor dapat berlanjut seperti biasa minggu ini.

Arab Saudi adalah pengekspor minyak terbesar di dunia, mengirimkan lebih dari tujuh juta barel setiap harinya.

Para pemberontak Houthi terus meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi dengan menggunakan pesawat drone.

Milisi bersenjata ini juga telah menembakkan puluhan rudal ke Kerajaan Saudi sejak konflik Yaman dimulai setelah mereka berhasil merebut ibu kota Sanaa tahun 2014.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here