Indonesia adalah negara dengan kuota jamaah haji terbesar di dunia yaitu 231.000. Jamaah haji Indonesia terbagi sampai 529 kelompok terbang .

Oleh: Azhar AP / Yuliawan A

Poskaltim.com, Makkah – Jumlah antrean haji di tiap-tiap provinsi di Indonesia bias jadi menandakan sebuah tingkat kesejahteraan masyarakat.

Antrean keberangkatan haji di Indonesia bahkan ada yang tercatat hanya 9 tahun. Meski yang terlama mencapai 41 tahun atau keberangkatan tahun 2060 di Bantaeng, Sulawesi Selatan. Tapi masih lebih baik dibandingkan Malaysia dan Singapura.

“Antrean berangkat haji Malaysia itu sampai 120 tahun. Kalau di Singapura mencapai 34 tahun,” kata Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Djumali usai menghadiri pertemuan para Konsul Haji Negara ASEAN dan Sri Langka, di Jeddah, Selasa (27/8), dilansir Kemenag.go.id.

Untuk Indonesia, rata-rata lama antrean keberangkatan haji berada di kisaran 20 tahun. Dari sisi jumlah jamaah, Indonesia mendapat kuota terbesar hingga 200.000 lebih jamaah. Sedangkan Malaysia dengan lama antrean 120 tahun hanya mendapat kuota 30.000 lebih jamaah haji per tahun. Sementara si Singapura diberi 1.500 kuota haji.

Data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) per hari ini mencatat, antrean haji paling pendek adalah 9 tahun. Keberangkatan terlama hingga 2028 te terjadi di tiga kabupaten yaitu, Kabupaten Landak (Kalbar), Buru Selatan (Maluku), dan Kepulauan Sula (Maluku Utara).

Menurut Endang Djumali, Indonesia adalah negara dengan kuota jamaah haji terbesar di dunia yaitu 231.000. Jamaah haji Indonesia terbagi sampai 529 kelompok terbang pada fase pemberangkatan ke Tanah Suci dan pemulangan ke Tanah Air. Rata-rata Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Indonesia (BPIH) pada kisaran 2.500 dolar Amerika Serikat (AS).

“Dalam penyelenggaraan ibadah haji 1440H, Indonesia melibatkan total 4.200 petugas,” jelasnya.

Kuota terbanyak kedua di antara negada-negara ASEAN adalah Malaysia. Tahun 1440H/2019M, Malaysia mendapat 33.000 kuota. Menurut Endang, jamaah Malaysia diterbangkan ke Arab Saudi dengan 69 penerbangan. Total 700 petugas terlibat dan rata-rata BPIH Malaysia 2.500 dolar AS.

Negara dengan urutan kuota ketiga terbesar di ASEAN adalah Thailand. Tahun ini, negeri Gajah Putih ini mendapat 8.500 kuota yang dibawa dalam 58 penerbangan.

Biaya haji di Thailand sebesar 180.000 THB atau sekitar 5.888 dolar AS. Total ada 130 petugas asal Thailand dan 50 petugas lokal yang dilibatkan dalam penyelenggaraan haji 1440H. “Antrean di Thailand sangat pendek, hanya 1 tahun,” jelas Endang.

Untuk Singapura, kata Endang, kuota haji tahun ini berjumlah 1.500, dibawa 40 penerbangan. Jamaah Singapura harus membayar BPIH pada kisaran 8.000-13.000 dolar AS. Adapun petugas yang terlibat tahun ini berjumlah 100 orang.

Brunei Darussalam menjadi negara ASEAN pada urutan jumlah kuota berikutnya, yaitu hanya 1.000. Jamaah Brunei dibawa 4 penerbangan ke Tanah Suci dan saat pulang. BPIH Brunei sebesar 4.000 dolar AS dengan lama antrean 3 tahun. “Brunei melibatkan 35 petugas dalam gelaran haji tahun ini,” ujar Endang.(YAN/Ini Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here