Invasi Turki ke Suriah bagian timur laut bukan urusan Amerika. Trump menambahkan bahwa dirinya tidak keberatan kalau Rusia mau membantu.

Oleh: Eko P / Yuliawan A

Poskaltim.com, Washington DC – Presiden Amerika Donald Trump mengabaikan kecaman keras dari kedua partai dalam Kongres Amerika karena menarik pasukan Amerika ketika Turki mengirim pasukannya ke Suriah utara minggu lalu untuk menyerang pasukan Kurdi, yang selama ini bersama tentara Amerika melawan ISIS.

Bahkan Trump menyebut bahwa invasi Turki ke Suriah bagian timur laut bukan urusan Amerika. Trump menambahkan bahwa dirinya tidak keberatan kalau Rusia mau membantu, dan menyatakan bahwa pejuang Kurdi yang berusaha mempertahankan kawasan mereka di Suriah dari serbuan Turki, “bukanlah orang-orang baik.”

“Mereka bukan orang-orang baik (merujuk pasukan Kurdi),” ujar Trump, dikutip VOA, Kamis (17/10).

Trump menyatakan sanksi-sanksi atas Turki lebih baik daripada membiarkan tentara Amerika terlibat dalam perang di kawasan itu. Ini dikatakannya ketika sebuah delegasi tingkat tinggi Amerika berangkat ke Turki untuk menekan Turki supaya menghentikan serbuannya ke Suriah.

Senator Partai Republik Lindsey Graham mengecam komentar-komentar Trump yang paling baru tentang serangan Turki itu.

“Saya kira ini adalah suatu bencana keamanan nasional yang sangat gawat, dan saya harap presiden Trump akan mempertimbangkan kembali hal ini,” kata Graham lewat Twitter.

Katanya, pernyataan Trump itu telah sama sekali menghalangi usaha wakil presiden Amerika Mike Pence dan Menteri LN Mike Pompeo untuk mengakhiri konflik itu.

Para pejabat mengatakan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berencana bertemu dengan Pence dan Pompeo hari Kamis di Ankara, dimana kedua pejabat Amerika itu akan mendesak Turki supaya menghentikan serbuannya di Suriah timur laut.

Erdogan semula mengatakan ia akan bertemu dengan Presiden Trump di Turki. Komentar ini mengisyaratkan bahwa Erdogan tidak akan bertemu dengan Pence dan Pompeo, tapi kini agaknya ia telah mengubah pikirannya.

“Untuk saat ini, saya hanya akan bertemu dengan Pence dan Pompeo,” katanya.

Turki melancarkan operasi militer minggu lalu untuk menumpas pasukan Kurdi Suriah yang dinilai sebagai teroris, kendati Amerika dan sejumlah negara barat menganggap pejuang Kurdi itu sebagai mitra penting dalam melawan ISIS.

Presiden Trump mengatakan ia sedang mengusahakan gencatan senjata di Suriah timur laut dan mengatakan Amerika telah mengenakan “sanksi-sanksi paling berat” atas Turki. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here