Oleh: Nurcholis / Yuliawan A

Poskaltim.com, Morogoro –Tanzania berkabung karena pada Ahad kemarin pemerintah menguburkan 69 orang yang tewas ketika sebuah truk BBM yang jatuh dan meledak karena banyak orang berkerumun untuk mengambil bensin yang bocor.

Presiden John Magufuli menyatakan masa berkabung hari ini setelah insiden di dekat kota Morogoro, sebelah barat Dar es Salaam itu mengakibatkan 39 orang mengalami cedera serius, AFP melaporkan.

“Kami saat ini sedang berduka atas hilangnya 69 orang, yang terakhir di antara mereka meninggal saat ditransfer dengan helikopter ke rumah sakit nasional di Dar es Salaam,” kata Perdana Menteri Kassim Majaliwa dalam siaran di televisi Tanzania dikutip Voice of America.

Pemakaman akan dimulai hari Ahad sore, Menteri Urusan Parlemen Jenista Mhagama mengumumkan pada pagi hari setelah kerabat mengidentifikasi orang yang meninggal.

“Persiapan untuk pemakaman telah selesai. Kuburan korban telah digali dan peti mati sudah siap,” kata Mhagama, menambahkan bahwa para ahli siap untuk menawarkan konseling psikologis kepada kerabat para korban.
Mengutip laporan Mail Online, pengemudi taksi dan penduduk setempat berjuang untuk mencuri minyak dari truk tangki yang bocor di luar desa.

Kendaraan itu dilaporkan meledak ketika seorang korban mencoba mengeluarkan sebuah truk, tetapi saksi mengatakan seorang pria merokok dan mengisi botol dengan minyak.

Kepala Polisi Willbrod Mtfungwa mengatakan sebagian besar korban adalah pengemudi dan pengendara ojek.

Sementara itu, Menteri Urusan Parlemen Jenista Mhagama dikutip mengatakan oleh AFP bahwa tes DNA dilakukan untuk mayat tak dikenal dan bahwa pemerintah menyediakan peti mati dan kuburan untuk para korban.

Namun, keluarga masih dapat mengambil tubuh orang yang mereka cintai untuk pemakaman mereka sendiri.

Pada saat yang sama, layanan konseling juga disediakan untuk keluarga korban.

Rekaman video menunjukkan orang-orang membawa ember dan botol untuk mengambil minyak yang bocor dari truk tangki.

Saksi Daniel Ngogo mengutip Mail Online yang mengatakan, ”Banyak yang mati, termasuk mereka yang tidak mencuri minyak karena daerah itu sangat sibuk.

“Api itu sangat kuat sehingga sulit untuk menyelamatkan korban karena menyebar dengan cepat di sekitar lokasi kecelakaan.”(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here