Ketua Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Indonesia, Rita Soebagio

Oleh: Ahmad ZR / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta — Ketua Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Indonesia, Rita Soebagio menyesalkan maraknya fenomena lelaki yang mengenakan hijab dan cadar yang dikenal dengan istilah crosshijaber. Ia meminta aparat penegak hukum menindak tegas kelompok yang meresahkan tersebut.

“Ini saya kira sudah harus masuk ranah aparat yang menyelidiki ya,” kata Rita kepada Indonesia Inside, Senin (14/10).

Rita menjelaskan, dari ranah kejiwaan, transvestisme adalah sebuah bentuk gangguan identitas jenis kelamin jika merujuk pada Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) atau Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ). Maka itu, diperlukan terapi agar kembali kepada fitrahnya sebagai laki-laki.

“Tapi sebelum sampai pada ranah kejiwaan, saya sangat berharap pihak berwenang dapat melakukan penyidikan lebih lanjut mengingat sekarang terjadi kegelisahan di kalangan perempuan,” ujarnya.

Sebab, jelas Rita, fenomena yang terjadi dimana transvetisme berlindung di balik niqob. Sehingga sulit untuk masyarakat melakukan identifikasinya.

“Ada efek yang saya khawatirkan jika pihak berwenang tidak bertindak cepat, yaitu stigma semakin kuat terhadap perempuan bercadar dan rawan terjadi persekusi masyarakat karena ada kekhawatiran yang tinggi,” kata master Psikologi dari Universitas Indonesia ini.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here