Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda Asli Nuryadin.

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda — Kepala Dinas Pendidikan Samarinda, Asli Nuryadin mengingatkan sekolah dan pihak keluarga untuk membangun sumber daya manusia di Kaltim dengan peningkatan program pendidikan kemampuan akademis, ahlak dan moral. Mulai dari pendidikan dasar, pendidikan pertama, sampai pendidikan akhir. Bahkan penanaman budi pekerti juga diharap bisa diterapkan dalam dunia akademisi.

“Tentunya kita akan sangat diuntungkan nanti (jika Kaltim terpilih sebagai ibu kota negara). Tapi kita juga harus ingat, pendidikan di Kaltim saat ini seperti apa. Perlu adanya penanganan khusus, terutama dalam membangun moral para genearasi penerus. Agar dalam perkembangannya ke depan mereka bisa ikut bersaing,” ujarnya, Jumat (23/8).

Menurutnya, jika benar Kaltim sebagai ibu kota negara menggantikan Jakarta, maka, tegas Asli, pendidikan mora dan ahlak harus mengimbangi pendidikan akademis. Menurutnya, pemindahan ibu kota ke Kaltim harus dibarengi dengan penyiapan generasi muda Kaltim yang juga unggul. Sehingga, waktu 10-20 tahun mendatang, anak-anak Kaltim dapat mengisi pemerintahan di daerah sendiri.

Selain itu peran tiga pilar mulai dari Pemerintah dalam hal ini sekolah, Masyarakat dan Keluarga menjadi sangat penting dalam membentuk karakter anak. Peran ini juga yang akan membentuk karakter dasar dan menjadi patokan , baik dan buruknya seorang anak.

“Ada tiga model pembelajaran yang harus diterapkan yaitu pertama sekolah yang hebat adalah sekolah yang mampu merubah karakter siswa dari yang buruk ke arah yang baik. Lalu yang kedua adalah kemampuan literasi siswa dalam membaca. Baik membaca lingkungan sosial maupun keadaan alam sekitar. Ketiga adalah kemampuan belajar yang meningkatkan kompetensi siswa. Mulai dari ketangkasan hingga hal-hal yang diminati oleh para siswa.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here