Puluhan aktivis yang menamai diri mereka Komite Lawan Perusak Lingkungan, menggelar aksi pada Jumat sore (5/7) di depan Kantor Gubernur Kaltim JAlan

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda — Puluhan aktivis yang menamai diri mereka Komite Lawan Perusak Lingkungan, menggelar aksi pada Jumat sore (5/7) di depan Kantor Gubernur Kaltim Jalan Gajah Mada di Samarinda.

Aksi mereka ini didasari oleh maraknya kasus kematian anak di bekas lubang tambang batu bara yang kerap terjadi di Kaltim, namun penanganannya belum juga tuntas dan tak menemui titik terang.

Aswin selaku Humas dari gerakan ini mengungkapkan, bahwa aksi ini merupakan gabungan dari beberapa aktivis lingkungan di Samarinda. Selain itu juga banyaknya kasus tambang batu bara menjadi alasan utama, gerakan ini harus dibentuk serta diperjuangkan.

Aksi mereka ini didasari oleh maraknya kasus kematian anak di bekas lubang tambang batu bara yang kerap terjadi di Kaltim, namun penanganannya belum juga tuntas dan tak menemui titik terang.
“Kami dari Komite Lawan Perusak Lingkungan Kalimantan Timur menggelar aksi untuk menentang tambang batu bara liar dan perusak lingkungan, sebab merekalah biang utama lingkungan kita rusak dan banyak lagi permasalahan lainnya,” ujar Aswin, kepada Poskaltim.com.

Dijelaskannya, diantara kasusnya ialah meninggalnya anak-anak di lubang tambang bahkan jumlahnya kini tercatat hingga 35 orang anak. selain itu juga banjir di Samarinda sebagian besar dikarenakan tambang batu bara liar yang ada di dekat pemukiman warga.

“Banyaknya jumlah korban meninggal bahkan (tercatat) 35 orang miris sekali bagi kami, pemerintah terkesan diam, bahkan kasus ini tidak ditangani serius sampai sekarang,” ungkap Aswin.

Aksi ini sendiri diisi dengan pembacaan orasi terkait permasalahan tambang, pembacaan puisi, dan juga pemasangan spanduk besar menuntut tindak tegas pemerintah dan pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP) tambang batu bara bermasalah di Kaltim.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here