Kaltim telah menandatangi pembagian hak partisipasi migas sebesar 10 persen pada saham Blok Mahakam yang dikelola oleh Pertamina Hulu Mahakam (PHM)

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda -– Rasa syukur dan gembira terpancar jelas dari wajah Direktur Utama PT Migas Mandiri Pratama, Wahyu Setiaji saat berbincang dengan puluhan wartawan di kantornya di Samarinda, pada Jumat siang (19/7).

Wahyu menjelaskan jika Kaltim saat ini telah menandatangani kontrak penyerahan 10 persen hak partisipasi (participating interest) migas dari PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) kepada Perusda PT Migas Mandiri Pratama Kutai Mahakam (MMPKM), pada Rabu (17/7/2019) lalu di Jakarta.

“Yah syukur Alhamdulilah perjuangan panjang dan melelahkan kita sudah sampai sini yah. Setelah penandatanganan ini paling lambat dua bulan kita sudah mendapatkan 10 persen sahamnya. Saya berterima kasih sekali kepada seluruh masyarakat Kaltim yang telah mendukung perjuangan hingga hari ini,” ujarnya tak bisa menyembunyikan kegembiraan.

Menurutnya, perjuangan untuk mendapatkan saham 10 persen ini sangat panjang sejak tahun 2009. Banyak kendala yang dihadapi untuk memperoleh hak daerah ini, termasuk ketidakpahaman masyarakat tentang mekanisme pembagian saham sebesar 10 persen yang ramai dibicarakan.

Direktur PT Migas Mandiri Pratama Kaltim, Wahyu Setiaji menjelaskan kepada wartawan bagaimana proses panjang mendapatkan hak partisipasi badi daerah tersebut.
PT Migas Mandiri Pratama Kutai Mahakam (MMPKM) merupakan perusahaan daerah patungan (joint venture) antara Provinsi Kaltim dan Pemkab Kutai Kartanegara, Pemprov Kaltim untuk mengelola PI 10 persen dari Wilayah Kerja Mahakam.

“Penandatangan ini merupakan sesuatu yang luar biasa dan ini patut disyukuri. Ini merupakan hasil dari jerih payah semua elemen yang terlibat di dalamnya seperti DPRD, Pemprov Kaltim, Pemkab Kukar dan semua elemen, termasuk dirut-dirut terdahulu,” ujarnya.

Blok Mahakam adalah sumur migas yang berada di Kabupaten Kutai Kartanegara, selama 50 tahun terakhir dikelola oleh PT Total Indonesie dan pada 1 Januari 2018 masa kontraknya habis dan diambil alih oleh Pemerintah RI melalui PT Pertamina.

Setelah masa kontrak habis, sumur-sumur migas di Blok Mahakam ini dikelola oleh PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) yang menguasai 100 persen kepemilikan saham. Karena ada peraturan yang mengharuskan pembagian 10 persen ke daerah, maka dibentuklah Perusahaan Daerah PT Migas Mandiri Pratama Kutai Mahakam.

Saat ini di Kaltim selain Blok Mahakam, terdapat juga Blok East Kalimantan dan Blok Sanga-Sanga, yang juga akan berakhir masa kontraknya.

Wahyu berharap, setelah beberapa blok-blok ini habis, Kaltim dapat kembali memperoleh hak partisipasi. “Yah mudah-mudahan akan lebih cepat prosesnya karena kita sudah punya pengalaman terkait PI ini pada Blok Mahakam,” ucapnya.(YAN)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here