Acara Muslim United ke-2 yang berlangsung pada Sabtu ( 12/10), tetap berjalan aman dan lancar. Meski tempat pelaksanaan acara dipindahkan dari Masjid Gedhe Kauman, Kompleks Alun-Alun Utara Keraton Yogyakarta, ke Masjid Jogokariyan.

Oleh: Julian Pradana / Yuliawan A

Poskaltim.com, Yogyakarta – Acara Muslim United ke-2 yang berlangsung pada Sabtu ( 12/10), tetap berjalan aman dan lancar. Meski tempat pelaksanaan acara dipindahkan dari Masjid Gedhe Kauman, Kompleks Alun-Alun Utara Keraton Yogyakarta, ke Masjid Jogokariyan.

Acara yang sempat menyita perhatian warga Yogyakarta ini semula acara bazar dan tablig Muslim United digelar Masjid Gedhe Kauman. Kendati tidak ada izin dari pihak Keraton Kesultanan Yogyakarta, karena dianggap milik pribadi keraton, pihak kepolisian tidak mengambil tindakan pembubaran.

Pihak Keraton juga tidak meminta acara tersebut dipaksa pindah melalui tindakan hukum. Hingga akhirnya terjadi dialog antara panitia dan Kapolda DIY, Irjen Pol Ahmad Dofiri.

Hasilnya, panitia memindahkan acara secara sukarela ke Masjid Jogokariyan karena pihak Keraton tak kunjung memberikan memberikan izin. Padahal, acara Muslim United ke-2 sudah digelar selama satu hari di Masjid Gedhe Kauman, sejak Jumat (11/10).

Selanjutnya, acara dilanjutkan di Masjid Jogokariyan hingga besok, Ahad (13/10). “Jam 15.00 WIB (hari ini) pindah ke Jogokariyan,” kata Takmir Masjid Jogokariyan Ustaz Muhammad Jazir, Sabtu (12/10).

Ustaz Jazir mengatakan, pemindahan acara Muslim United #2 ke Jogokariyan diambil setelah pihak panitia berdialog dengan Kapolda DIY, Irjen Pol Ahmad Dofiri, Jumat (11/10) malam. Kapolda mengingatkan, sebaiknya acara dipindahkan karena tidak ada izin dari pihak Keraton

“Apakah Muslim United ke-2 tetap akan jalan di Masjid Gedhe Kauman meskipun pemilik tempat tidak mengizinkan?” papar Ustaz Jazir menirukan penjelasan Kapolda DIY, Ahmad Dhofiri.

Tokoh dan sepuh Masjid Jogokariyan ini mengatakan, dalam hal ini polisi tidak ingin mengambil tindakan. Namun yang perlu diingat bahwa Sultan HB X tidak mengizinkan.

“Maka kemudian diambil langkah, mengalihkannya ke Masjid Jogokariyan, karena penjelasanya demikian, dari Kapolda,” ujarnya.

Dalam dialog panitia juga membicarakan masalah akhlak penggunaan tempat. “Ngarso Dalem tidak menginginkan ada penindakan secara hukum. Maka akhlaknya bagaimana?” katanya.

Panitia bisa memahami apa yang disampaikan Kapolda DIY, sehingga diputuskan untuk memindahkan acara Muslim United termasuk tenda tenan ke Kompleks Masjid Jogokariyan.
“Pemindahan seluruh perlengkapan akan dilakukan sore ini,” kata pakar sejarah Islam di Nusantara ini.

Dia menyatakan, takmir masjid Jogokaritan, punya pengalaman mengurus acara seperti ini, sehingga tidak ada masalah. Sedangkan masalah perizinan kepada polisi, semua menjadi urusan panitia Muslim United ke-2.

“Semoga semua bisa berjalan dengan baik, ya, polisi juga bisa maklum, terkait perubahan lokasi dan izinnya ini,” katanya. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here