Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (APT Pranoto) Samarinda sepanjang hari Senin ini akan ditutup sementara untuk semua penerbangan, menyusul belum selesainya pengerjaan retakan dan adanya gelombang pada landasan taxi way, yang pekerjaan telah dimulai pada Ahad (6/10).

Kepala Unit Pelaksana Bandar Udara APT Pranoto Samarinda, Dodi Dharma Cahyadi mengatakan banyaknya retakan dan kerusakan pada landasan taxi way, menyebabkan pekerjaan belum selesai dan akan diperpanjang hingga hari ini, Senin, 7 Oktober 2019.

“Mempertimbangkan banyaknya titik kerusakan yang harus diperbaiki dan progress capaian kegiatan perbaikan yang belum meliputi semua titik, sehingga UPBU APT Pranoto memutuskan untuk memperpanjang Notam Aerodrome Close due to Taxiway Unserviceable sampai dengan tanggal 07-10-2019 Pkl. 23.00 UTC, atau hari ini,” jelas Dodi, Senin (7/10).

Dijelaskannya, akibat perbaikan ini, sejumlah maskapai mengalihkan (divert) sejumlah rute penerbangan mereka ke Bandar Udara Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan. Sementara itu ada juga maskapai yang menghentikan operasionalnya selama adanya perbaikan ini.

Sejumlah penumpang di Bandara APT PranotoSamarinda dialihkan keberangkatan dan kedatangannya, menusul terjadinya kerusakan landasan di sisi taxi way.
Menurut Dodi, UPBU APT Pranoto telah mengajukan permohonan perpanjangan Notam Aerodrome Close ke Unit PIA Balikpapan, agar tidak terjadi penumpukan pesawat dan penumpukan penumpang akibat ditutupnya Bandara APT Pranoto Samarinda.

Proses perbaikan sejak Minggu hingga tengah malam belum berhasil memperbaiki semua titik kerusakan, sehingga perbaikan memerlukan waktu perpanjangan. Pengerjaan dilakukan oleh pihak Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim dengan kontrakor (Kerjsama operasi) PT Waskita Karya.

“Atas kejadian ini, kita telah berkoordinasi dengan bandara di Balikpapan untuk penanganan rencana Penerbangan Batik Air, Lion Air dialihkan ke Balikpapan. Sementara untuk penerbangan Garuda, Citilink, Nam Air, dan Susi Air mengalami penundaan penerbangan,’ ucap Dodi.

Kerusakan pada landasan (run way) dan landasan parker (taxi way) sudah beberapa kali terjadi selama bandara baru di Samarinda ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada September tahun 2018 lalu. Dalam proses pembangunannya, bandara yang telah selesai pada sisi darat, harus menunggu lebih dari setahun untuk penyelesaian sisi udara, termasuk landasan pacu ini. (YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here