Jika selama ini istilah patah hati digunakan sebagai istilah keadaan putus cinta, faktanya secara medis patah hati atau broken heart merupakan penyakit jantung yang nyata dan benar terjadi.

Oleh: Anisa Tri K / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Saat merasa patah hati, pernahkah Anda terdiam dan kemudian merasa lelah? Hal ini karena patah hati ternyata berdampak pada tubuh Anda. Terdapat ketertarikan antara kondisi depresi, kesehatan mental serta penyakit jantung yang mempengaruhi kondisi broken heart yang benar-benar menyebabkan penyakit jantung.

Jika selama ini istilah patah hati digunakan sebagai istilah keadaan putus cinta, faktanya secara medis patah hati atau broken heart merupakan penyakit jantung yang nyata dan benar terjadi.

Seorang psikoterapis bernama Ronald A. Alexander, mengatakan, hal ini sering diabaikan penderitanya.

“Patah hati meninggalkan perasaan seolah kita kehilangan kemudi dalam diri kita sendiri. Menangis sudah biasa. Perasaan melankolis juga sudah biasa. Namun, ada juga gejala fisik,” kata Alexander.

Dikutip dari Huffington Post. ketika patah hati, tahap awal yang terjadi pada tubuh kita adalah gangguan tidur. Gangguan tidur atau insomnia biasa terjadi setelah patah hati seperti saat putus cinta.

“Bila Anda menderita patah hati, sulit untuk menenangkan pikiran, diam, dan beristirahat,” tambah psikoterapis yang bekerja di California dan Colorado itu. Alexander menambahkan, kegelisahan dan perubahan detak jantung juga terjadi seiring berjalannya patah hati. Menurut Alexander, penting untuk diketahui, bahwa kesedihan dan rasa dukacita bisa memicu perasaan hilang kendali.

Sindrom broken heart dikenal juga sebagai kondisi cardiomyopathy yang diakibatkan oleh stres. Bahkan, kondisi ini dapat dialami oleh mereka yang dalam kondisi sehat sekalipun. Kondisi ini lebih umum dialami oleh wanita daripada pria, gejalanya ditandai dengan rasa sakit pada dada yang mendadak dan intens, karena adanya peningkatan pada hormon stres.

Peningkatan hormon stres ini dapat diakibatkan oleh adanya kejadian yang membuat emosi seseorang tertekan secara hebat, seperti adanya kematian atau peceraian, putus hubungan, pengkhianatan maupun penolakan, pendek kata, hal-hal yang membuat hati (jantung) serasa patah, entah karena kesedihan atau karena terkejut.

Dalam sindrom broken heart, yang terjadi adalah adanya bagian jantung yang mendadak membesar untuk sementara waktu dan tidak memompa dengan baik, sementara sisa jantung lainnya berfungsi secara normal dengan kontraksi yang lebih dipaksakan lagi.

Bagaimana membedakan gejala sindrom broken heart dengan serangan jantung?

1.Gejala sindrom broken heart secara khas timbul mendadak setelah adanya tekanan fisik atau emosional yang ekstrem.

2.EKG atau tes yang merekam aktivitas elektrik jantung pada orang yang mengalami sindrom broken heart akan menunjukkan gambaran aktivitas listrik jantung yang berbeda, dengan gambaran khas EKG pada penderita serangan jantung.

3.Hasil pemeriksaan darah menunjukkan ketiadaan kerusakan otot jantung pada penderita sindrom broken heart.

4.Tidak terbukti adanya penyumbatan arteri koroner pada penderita sindrom broken heart.

5.Tes menunjukkan adanya pembengkakan dan gerakan yang tidak biasa pada kamar jantung bagian kiri bawah atau left ventricle.

6.Waktu pemulihan pada penderita sindrom broken heart relatif cepat, hanya dalam beberapa hari atau minggu. Waktu pemulihan pada sindrom broken heart, tergolong lebih cepat bila dibandingkan dengan waktu pemulihan yang dibutuhkan pada pasien penderita jantung.

Jika anda sedang dalam kondisi patah hati dan kemudian mengalami nyeri dada atau sesak nafas, ada baiknya anda segera memeriksakan kondisi kesehatan pada dokter. Bisa jadi hal itu adalah tanda anda sedang terkena sindrom patah hati.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here