Oleh: Ahmad ZR / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta — Bagi keluarga mantan presiden Soeharto, tanggal 10 Dzulhijjah merupakan hari berduka karena di tanggal tersebut Ibu Tien Soeharto berpulang. Karena itu, setiap tanggal 10 Dzulhijjah putra-putri Pak Harto selalu mengadakan pengajian di rumah Cendana.

“Terima kasih atas kehadiran berbagai pihak dalam acara haul Ibu Tien Soeharto. Ibu wafat pada tanggal 28 April 1996 M. Bertepatan dengan Hari Raya Iedul Adha, tanggal 10 Dzulhijjah 1416 H,” tulis putri sulung Pak Harto, Siti Hardiyanti Rukmana yang akrab disapa Mbak Tutut melalui akun resminya, Ahad (11/8).

Haul tersebut diselenggarakan pada malam 10 Dzulhijjah setiap tahunnya. Setiap malam takbiran Hari Raya Iedul Adha, di kediaman Cendana selalu diselenggarakan yasinan dan tahlilan dalam rangka mendoakan Ibu Tien Soeharto.
Tak lupa, Mbak Tutut juga berharap agar mendiang Pak Harto dan Ibu Tien Soeharto diberikan kelapangan alam kuburnya dan diberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Keluarga yang ditinggalkan selalu diberikan kemudahan dan perlindungan dalam setiap urusan.

“Kepada sahabat semua, dimanapun berada, mohon do’anya untuk Ibunda Tien Soeharto dan Bapak saya, Bapak. HM Soeharto. Semoga dalam ampunan-Nya dan diberi tempat yang mulia di sisi-Nya. Semoga kami anak-anak dan cucu selalu dalam lindungan dan curahan rahmat-Nya,” ujarnya.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here